Vihara Pan Kho Bio, terletak di Kampung
Pulo Geulis Rt.02 Rw.IV Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah.
Vihara ini sebenarnya berada di Delta Sungai Ciliwung dan termasuk
kedalam Situs Pulo Geulis-Bogor.
Didalam Vihara ini ada 3 aliran kepercayaan atau agama, yaitu:
1. Budha
2. Taoisme
3. Islam
 |
| Letak Vihara Pan Kho Bio yang terletak di antara gang, berbaur dengan masyarakat lokal. |
 |
| Pintu masuk kedalama Vihara Pan Kho Bio |
 |
| Makam Mbah Sakee atau Eyang Jayaningrat yang berada diruang belakang Vihara Pan Kho Bio |
 |
| Terdapat makam Mbah Imam Petilasan Embah Prabu Surya Kencana yang berada disamping kanan bangunan Vihara Pan Kho Bio. |
Tidak jarang disetiap Ramadhan diadakan buka puasa bersama dengan warga
muslim sekitar, juga peringatan maulid nabi pernah di adakan di vihara
ini.
Semoga kerukunan, kebersamaan dan saling menghargai antar
umat beragama di Pulo Geulis ini dapat terus terjaga, tanpa dinodai oleh
orang-orang yang fanatik pada agama.
 |
Gambar di atas adalah gambaran awal
berdirinya Vihara Pan Kho Bio yang berada di delta Sungai Ciliwung-Bogor.
Tulisan di gambar:
Mungkin ratusan tahun lalu ketika Buinterzorg masih diselimuti hutan dan
pohon-pohon raksasa, ketika para kuli dan buruh Onderneming Tionghoa mulai
dipekerjakan dalam proyek-proyek komoditi ekspor dan riset sumberdaya bagi VOC,
terbawa pula bersama para imigran pekerj. Ini satu keyakinan dan filosofi hidup
yang tak lekang oleh kejamnya dunia perbudakan saat itu.
Lukisan tersebut berada di Kelenteng Hok Tek Bio Bogor atau Vihara Dhanagun, lokasi kelenteng tersebut berada di seberang Kebun Raya Bogor.
Umumnya ketika mereka berlayar dari daratan Tionghoa menyebrangi lautan luas
dibawa serta Patung Dewa/i yang dipercaya akan memberi keselamatan dan
perlindungan hingga tempat tujuan.
Bagi yang tidak membawa patung, sang empunya patung senantiasa dipuja puji.
Bila di area pesisir sering kita jumpai kelenteng bagi Dewi Ma Cho, Dewi
Pelindung Samudera. Didaerah perdagangan dan pasar sering kita jumpai Kelenteng
Dewa Hok Tek Ceng Sin atau dikenal dengan Dewa Bumi/Rejeki.
Bahkan jauh sebelumnya Kelenteng Pan Kho mungkin adalah kelenteng tertua di
Bogor menilik dari tokoh dewata klasik tionghoa kuno.
Foto samping bercerita tentang dugaan bentuk-bentuk kelenteng mula-mula yang
awalnya sangat sederhana, bersahaja, namun tetap sakral dan penuh makna.
|